comment 1

67 Korban Merapi Berhasil Diidentifikasi di RS Sardjito

Yogyakarta – Tim Forensik RS Sardjito yang dibantu oleh Tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda DIY mengidentifikasi 6 jenazah korban Gunung Merapi lagi. Total keseluruhan yang bisa diidentifikasi 67 orang.

Berdasarkan data dari Humas RS Sardjito, Yogyakarta, Senin (15/11/2010), 7 jenazah yang telah diidentifikasi adalah:

1. Sudiyono (37) Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
2. Supartini (36) Banjarsari, Hargobinangun, Pakem, Sleman.
3. Hardono (44) Bakalan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
4. Tri Karyani (38) Bakalan, Argomulyo, Cangkringan, Sleman.
5. Bayi Ny. Dita Rahmawati (0 hari) Turi, Sleman.
6. Sardju Budiharjo (63) Bronggang, Cangkringan, Sleman.
7. Martono Hari (100) Wukirsari, Cangkringan, Sleman.

Sebelumnya, ada 60 korban letusan Gunung Merapi yang berhasil diketahui identitasnya. Kebanyakan korban berasal dari Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Kepala Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, mengatakan 20 orang yang mengalami luka bakar dan 61 korban non luka bakar masih menjalani perawatan.

Sementara total korban Merapi yang meninggal sejak letusan Merapi pertama 26 Oktober sampai dengan hari ini di RS Sardjito berjumlah 178 orang.

“Jumlah korban baik yang meninggal di TKP maupun yang masih dirawat di RS Sardjito jumlahnya tetap,” ujar Trisno di kantornya di Jalan Kesehatan, Sleman, Yogyakarta.

Trisno juga mengatakan, semua jenazah yang masih tersimpan di ruang Forensik RS Sardjito secepatnya akan dimakamkan di pemakaman massal mengingat baunya cukup mengganggu orang-orang sekitar RS Sardjito, khususnya di ruang Forensik.

“Kami tidak mau ada keluhan dari orang-orang di sekitar RS Sardjito mengenai jenazah tersebut,” ujar dia.

1 Comment so far

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *