comment 0

Anis Matta: Pidato SBY Soal Yogyakarta Terlalu Normatif

anis matta kecewa dengan pidato presiden SBY

Jakarta – Sekjen PKS yang juga Wakil Ketua DPR Anis Matta mengaku kecewa menyaksikan penjelasan SBY terkait keistimewaan Yogyakarta. Menurut Anis, penjelasan SBY terlalu normatif dan cenderung subjektif.

“Saya kira klarifikasi Presiden tentang keistimewaan Yogyakarta normatif. Karena yang dijelaskan background penyusunan UU tersebut,” kritik Anis.

Hal ini disampaikan Anis mengomentari statement Presiden tentang keistimewaan Yogyakarta, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/12/2010).

Menurut Anis, dalam penjelasannya Presiden menuturkan bahwa pembahasan RUU Keistimewaan Yogyakarta belumlah selesai. Sehingga belum tentu Gubernur DIY dipilih dengan cara penetapan.

“Saya memandang dalam klarifikasi itu lebih banyak yang disampaikan Presiden bahwa masalah belum selesai. Walaupun secara personal keistimewaan Yogya harus diakomodasi dan beliau setuju Sri Sultan jadi Gubernur,” ujar Anis.

Lebih dari itu, menurut Anis, pidato Presiden hanya untuk menenangkan sementara warga Yogyakarta yang mulai kecewa dengan SBY. Kekecewaan serupa akan terus terulang jika Presiden tidak tegas terkait keistimewaan Yogya.

“Pidato Presiden meredakan situasi tapi tidak menyelesaikan masalah. Kecuali dalam draf dibuat Gubernur yang ditetapkan bukan pemilihan, itu baru selesai,” ingat Anis.

Anis justru melihat SBY menyampaikan pidatonya untuk Sultan Hamengkubuwono X. Rakyat Yogyakarta tak akan merasakan maksud perkataan SBY. “Jadi jawaban personal kepada Sultan, bukan kepada sistem,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *