comment 0

Dilema Pengungsi VS Logistik

Merapi mengeluarkan awan panas dan wedhus gembel lagi ke arah barat dan arah mata angin menuju ke selatan. Hal ini mengakibatkan beberapa daerah sebelah selatan merapi mengalami hujan abu, sedangkan disisi lain dampaknya tidak begitu mengkhawatirkan. Boyolali sebagai kota yang terletak di sebelah timur gunung Merapi merupakan kota yang dalam kurun waktu terakhir pasca letusan merapi 5 November 2010 menjadi kota tempat pengungsian korban merapi.
Akan tetapi pada saat ini hal yang ironis telah terjadi, ketika keadaan merapi yang sampai saat ini terpantau masih berstatus AWAS, warga selaku pengungsi yang tidak memahami info tersebut telah merasa aman keadaanya di Boyolali, dampak dari perasaan tersebut sampai saat ini terdapat beberapa pengungsi.

Mantan pengungsi yang saat ini kekurangan logistik, merupakan imbas dari kepulangan mereka ke tempat tinggalnya masing-masing. Terpantau di pengungsian yang tersebar di Boyolali, para pengungsi sudah banyak yang pulang di Selo, Cepogo dan Musuk. Saat ini mereka semua butuh logistik, tetapi masalahnya tinggal di zona tidak aman. Di Boyolali sendiri banyak logistik yang tersedia di tempat pengungsian dalam lokasi zona aman, ironisnya saat ini pengungsian-pengungsian tersebut telah ditinggalkan banyak pengungsi.

Jika kita andaikan nasib pengungsi yang telah berada di tempat tinggalnya bak telur diujung tanduk. Sedangkan para relawan di sini dianggap zona aman, banyak logistik tapi sedikit pengungsi, sedangkan di sana banyak warga, dianggap zona tidak aman dan minim logistik… mari kita cari solusinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *