comments 2

Diselimuti Abu Merapi, Objek Wisata Tlogo Putri Masih Sepi

Yogyakarta – Udara sejuk yang dulu masih bisa dirasakan di kawasan wisata Tlogo Putri, Pakem, Sleman, DIY, perlahan-lahan mulai hilang. Sejak erupsi Gunung Merapi pertama kali keluar, kawasan ini pun seperti kota mati. 200-an Pedagang yang dulu mengadu nasib di sekitar tempat wisata air dan alam ini sudah ikut mengungsi.

Sejak 4 November 2010, pedagang sudah pergi meninggalkan warung-warungnya. Namun Senin (15/11/2010), pukul 09.10 WIB, ada 5 pedagang dan beberapa pemilik vila yang datang ke kawasan wisata tersebut. Mereka ingin melihat bagaimana kondisi warung yang sudah mereka tinggalkan selama 10 hari itu.

“Sejak Kamis sore (4/11), kami sudah was-was. Sering terdengar gemuruh dari puncak. Sore itu langsung diputuskan untuk ke barak pengungsian di Hargobinangun. Dan benar terjadi malam harinya ada luncuran awan panas,” ujar seorang pemilik warung, Rusdianto.

Rusdi mengatakan, keluarganya ada beberapa yang mengungsi ke UNY dan ada yang diungsikan langsung ke rumah saudara di Jakarta. Sedangkan tujuan kedatangannya hari ini di Tlogo Putri hanya ingin melihat harta dan barang-barang yang tertinggal di warung.

“Syukur tidak ada yang hilang dan rusak. Hanya debu saja yang sangat tebal. Hari ini hari pertama saya menengok ke warung. Kami juga belum tahu buka lagi atau nggak,” ujarnya.

Pantauan detikcom, kawasan hutan lindung Kaliurang sebagian sudah hangus terkena semburan awan panas Gunung Merapi. Seluruh warung dan vila-vila di kawasan objek wisata Tlogo Putri ini pun masih tutup. Tidak ada seorang pengunjung pun yang berani datang. Suasana masih sangat sepi.

Abu vulkanik bekas erupsi Gunung Merapi awalnya sangat tebal menyelimuti warung-warung dan vila-vila tersebut. Minggu (14/11/) sore sempat terjadi hujan deras di kawasan ini. Abu vulkanik di jalanan di Kaliurang memang sudah luruh. Namun abu vulkanik yang menyelimuti warung dan vila masih tampak meski tidak begitu tebal dari sebelumnya.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *