comment 0

Pemkab Sleman Siap Antisipasi Pergerakan Massal Pengungsi Merapi

Yogyakarta – Radius bahaya Gunung Merapi untuk Kabupaten Sleman telah diturunkan. Untuk itu Pemkab siap mengambil langkah untuk mengantisipasi kemungkinan adanya pergerakan massal pengungsi yang bergerak meninggalkan pengungsian.

“Ya kita siap mengantisipasi. Kita siap membantu transportasi. Kita tahu warga masyarakat ingin pulang,” ujar Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (19/11/2010) sore.

Namun Yuni menggarisbawahi, para pengungsi diminta untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat, terkait dengan titik-titik mana yang sudah masuk dalam kategori aman.

“Jadi untuk daerah yang masih berbahaya jangan sampai ditempati,” papar perempuan berkacama mata minus ini.

Sedangkan untuk para pengungsi yang masih belum dapat menempati rumahnya karena berada dalam zona bahaya, Pemkab Sleman siap membantu dengan mengkondisikan barak yang ada di atas. Barak-barak tersebut merupakan pos pengungsian yang dulu ada saat radius bahaya berjarak 10 kilometer.

“Kami akan bantu membersihkan. Menyediakan pasokan air, juga untuk Kecamatan Turi, Cangkringan dan Pakem,” terang Yuni.

Pemerintah melalui Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) pagi ini telah mengumumkan bahwa radius bahaya di kawasan Merapi kembali dipersempit. Kabupaten Sleman yang pada penyempitan radius bahaya ‘jilid 1’ tak diturunkan jaraknya kali ini mendapat kabar gembira.

Untuk wilayah di sebelah barat Kali Boyong radius bahaya menjadi 10 km. Sedang yang berada di timur sungai tersebut sampai ke Kali Gendol, radius bahaya menjadi 15 km. Untuk wilayah Magelang dan Boyolali juga mengalami penurunan yakni masing-masing 5 dan 10 kilometer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *