comment 1

Radius Aman Merapi Berubah, Pengungsi di Klaten Terus Menyusut

Klaten – Jumlah pengungsi Merapi di Kabupaten Klaten terus mengalami penyusutan seiring perubahan area kawasan rawan bencana (KRB) Merapi untuk Kabupaten Klaten dari radius 20 km menjadi 10 km dari puncak. Bahkan hari ini aktivitas sekolah juga mulai dilakukan.

Data terbaru yang dimiliki Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Klaten per hari ini, Senin (15/11/2010) menyebutkan jumlah pengungsi hari ini menyusut menjadi 84.088 jiwa. Angka tersebut menurun drastis dibanding kemarin yang masih mencapai 92.081 jiwa. Sedangkan angka tertinggi jumlah pengungsi di Klaten adalah 113.335 jiwa pada tanggal 7 Nopember lalu.

“Angka ini kami catat pada pendataan pagi. Siang nanti kami melakukan update data lagi, hasilnya dapat dilihat Senin sore nanti. Saya yakin jumlahnya pasti akan berkurang lebih banyak lagi karena memang pengungsi yanbg rumahnya di luar KRB 10 km sudah banyak yang memilih pulang,” ujar petugas bagian pengolahan sata di Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Klaten, Sapto Nugroho, saat ditemui Senin (15/11/2010) pagi.

Dari pantauan detikcom, pengungsi di sejumlah pos pengungsi di Klaten memang sudah banyak berkurang. Pos pengungsian terbesar yaitu di Pendopo Kabupaten, para pengungsi hanya terlihat berada di dalam gedung pendopo, itupun tidak seberapa banyak. Padahal biasanya pengungsi membludak hingga memenuhi lorong-lorong perkantoran.

“Pagi ini jumlah pengungsi di pendopo kabupaten tinggal 2.500 jiwa. Hari Minggu kemarin masih sekitar 3.500 jiwa. Sedangkan angka terbesar jumlah pengungsi pos pengungsian pendopo kabupaten mencapai 8.000 jiwa, yaitu ketika awal terjadi erupsi besar dan terjadi gelombang pengungsian besar-besaran,” ujar Sapto.

Sementara itu aktivitas warga di desa-desa yang semula masuk KRB namun sekarang sudah dinyatakan aman, juga sudah mulai menggeliat. Kegiatan belajar mengajar (KBM) juga sudah dimulai hari ini. Di SMPN 1 Kemalang misalnya, para siswa hari ini mulai dimasukkan karena letaknya berada sekitar 12,5 km dari puncak.

Kepala Di SMPN 1 Kemalang, Karyanto, mengatakan kegiatan siswa hari ini akan lebih banyak diisi dengan bersih-bersih lingkungan dan ruang-ruang belajar. Selain terkena hujan abu cukup parah, gedung SMPN 1 Kemalang juga pernah beberapa pekan dijadikan lokasi pengungsian sebelum KRB ditetapkan menjadi 20 km.

“Sekarang KRB sudah dikurangi menjadi 10 km dari puncak, berarti daerah kami ini aman. Hari ini kami akan lebih banyak melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan di sekolah sekolahan maupun di dalam ruangan. Kami juga akan terus memantau situasi aktivitas Merapi. Jika situasi kembali memburuk dan pemerintah meminta kami meninggalkan lokasi ini lagi maka kami akan mematuhinya,” ujar Karyanto.

1 Comment so far

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *