comment 1

Warga Korsel Korban Artileri Korut Trauma

Incheon – Ratusan warga Pulau Yeonpyeong, Korea Selatan, telah dievakuasi ke daratan Korsel. Mereka mengalami trauma akibat serangan artileri Korea Utara. Sebagian bahkan tidak ingin kembali ke rumah mereka.

Maklum saja, ini adalah insiden terburuk sejak Perang Korea berakhir pada 1953. Wajar saja, jika warga ketakutan.

“Saya tidak mau kembali ke sana,” kata Kim Ji-kwon (53), seorang petani yang sedang ada di ladang saat desanya dihujani artileri.

“Rumah saya terbakar habis. Semuanya hancur, bahkan saya tidak punya baju lagi,” kata Cho Soon-ae sambil bercucuran air mata, saat tiba di pelabuhan Incheon.

Ada sekitar 340 orang, terutama perempuan, anak-anak dan manula, yang dievakuasi dengan perahu. Namun, masih ada beberapa ratus orang yang bertahan di pulau itu.

Wilayah Korea Utara memang terlihat jelas dari Pulau Yeonpyeong karena hanya berjarak 3 km. Pulau ini berada di Laut Kuning, wilayah maritim yang menjadi sengketa dua negara Korea ini.

Sebagian warga pun kebingungan dengan apa yang terjadi. Mereka bertanya-tanya apakah Korut sudah berperang kembali dengan Korsel.

“Ada yang bilang ini perang, ada yang bilang Korut menyerbu. Ada juga yang bilang artileri militer salah meledak. Tapi apinya besar sekali dan menyebar, masak sih ini adalah kesalahan?” kata Kim Hoon-yi.

1 Comment so far

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *